27. DON’T CRY, PAPA!

1263 Kata

Waktu berlalu begitu cepat. Pasca pertengkaran mereka terakhir, hubungan tiga bersaudara itu kembali akur. Alfaraz mewanti-wanti adiknya untuk tidak menemui Andra sendirian jika telah tiba waktunya Rafael mengenal ayahnya. Sementara Sam belakangan sering menatap Fara dan Rafael dengan ekspresi yang sulit diartikan, terkadang ia melamun seperti kebingungan dengan dahi berlipat-lipat, terkadang marah-marah tidak jelas, terkadang ada ekspresi sedih membayang dimatanya. Fara pusing. Entahlah. Andra berulangkali mengirim pesan padanya, terkadang mencegatnya di kantor Sam saat Fara ada pekerjaan di sana. Pria itu terus menagih janji Fara untuk bertemu dengan anaknya. Kerinduan yang telah berada di ubun-ubun membuatnya nekat. Merasa lelah terus-terusan di teror, akhirnya Fara memutuskan untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN