Andra melotot berdiri di tempatnya. Darahnya menggelegak. Fara, wanita yang masih menggenggam keseluruhan hatinya, dicium oleh pria lain di depan matanya oleh orang yang notabene ia tahu sebagai mantan kakak iparnya. Andra bahkan lebih syok lagi. Ia bergerak maju dengan tangan terkepal. Matanya nyalang dan giginya bertaut marah. Sebelum ia menggapai Samudera, seseorang menarik krah bajunya dari belakang dan menyeretnya pergi memasuki lift yang terletak tak jauh dari sana. "Siapa kau?" Teriaknya marah. Tinjunya melayang ke arah laki-laki itu yang segera ditangkap dan dihempaskan dengan kasar oleh pria itu. Emosinya sudah mencapai ubun-ubun. "Kita bicara di bawah." Jawabnya datar. Dengan tubuh linglung, Andra mengiringi langkah pria itu masuk ke parkiran yang sedang sepi. Ingatan samar t

