"Abang, jangan marah-marah, dong!" Pinta Fara memohon dengan air mata merebak lalu ia menangis sesenggukan membuat Al kelabakan. Pria itu serba salah. Beginilah perempuan, menjadikan airmata sebagai alat untuk mendapatkan kemenangan. Al mati kutu. Dari Fara ia mendapatkan cerita tentang hubungan masa lalu kedua adiknya. Ia marah dan kecewa. Bertahun-tahun mereka menyembunyikan hubungan terlarang di depan hidungnya, dimulai saat Fara masih berumur tiga belas tahun. Ya Tuhan! "Apa Papa tahu?" Fara menggeleng. Yang ia tahu, setelah Sam selesai kuliah, laki-laki itu akan kembali meminangnya ke hadapan sang ayah. Mereka menyembunyikan hubungan itu rapat-rapat dari semua orang. *** Fara mengambil tas kerjanya dengan malas. Semangat yang biasanya mengiringi langkahnya, kali ini memudar setela

