36. HOPELESS

1744 Kata

Seminggu berlalu, keadaan semakin sulit bagi mereka berdua. Berkali-kali Sam mendatangi Al di kantor maupun di apartemen. Alfaraz bukannya luluh, malah semakin mempersempit langkahnya. Sam tidak bisa lagi menemui Fara dan Rafael seperti biasa. Al mengikuti langkah adik perempuannya kemana pergi. Setiap malam Sam dan Rafael melepas rindu lewat video call melalui ponsel Mbok Nur, itupun sambil diawasi oleh Al yang malah tidur di apartemen Fara. Ponsel Fara di sita. Al sengaja membelikan ponsel baru untuk adiknya dan mengganti nomornya. "Abang boleh larang aku bertemu Sam, aku tidak akan membantah. Tapi tolong jangan libatkan Rafael disini, dia tidak bersalah." "Dia juga bukan ayah kandungnya." Jawab Al dingin. "Memang, tapi Sam yang membesarkannya sedari kecil. Atau Abang lebih suka aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN