"Ara, susunya diminum, ya!" "Iya, taruh aja disitu. Makasih, Sam." "Hmm." Sam menaruh segelas s**u di atas nakas. Kepalanya menoleh ke arah Fara yang tengah membelakang menyusui Rafael. Dirinya mematung melihat kemeja Fara yang setengah terbuka, memperlihatkan sesuatu di belakang bahunya. Jantungnya berdetak nyeri. Cepat-cepat ia keluar dari kamar itu dan merosot di dinding. Sam memeluk lututnya sendiri. Ya Tuhan, Ara! Maafkan aku! Seharusnya kita tidak seperti ini! *** Udara desa Cisadon berhembus sejuk. Sejak semalam, Sam dan Seto berada disini. Si tengil itu mengajaknya menjajal rute off-road yang katanya bisa mengalihkan suntuk untuk sementara. Entah dimulai dari mana, mereka berdua jadi akrab setelah berbagi manis dan pahit cerita hidup masing-masing. Sam mulai meragu dengan

