"Aku sempet heran beberapa kali kamu tiba-tiba ada di apartemen disaat-saat tertentu." Ardhan mengerutkan dahi mendengar ucapan Rara. "Maksud kamu?" "Kemaren itu Marcel dateng, gak lama kamu dateng. Terus kamu dateng ke apartemen pas ada laki-laki yang dat-" "Oh iya, siapa laki-laki itu?" Potong Ardhan. Rara menaikkan alisnya, "laki-laki?" "Yang kamu pelukan sama laki-laki lain." Ucap Ardhan sambil menusuk roti nya menggunakan pisau. "Kenapa?" Rara terlihat santai membuat Ardhan kesal. "Kenapa? Gara-gara dia kita jadi berantem. Kamu pelukan sama laki-laki lain di apartemen, untung aku dateng. Kalo aku gak dateng jangan-jangan kalian..." Rara yang sedang memegang penggorengan refleks ingin melemparkan nya kepada Ardhan, namun ia tahan. "Dia Abang aku!" Seru Rara. Ardhan mengerjapk

