Chapter 17

1075 Kata

Rara mengelus perutnya dengan rasa ikhlas tak ikhlas, sejujurnya Rara belum bisa menerima kehadiran janin yang ada di perutnya. Yang membuat Rara harus bisa menerima kehadiran janin itu adalah Ardhan, laki-laki yang pernah ia cintai lalu sempat ia benci dan sekarang kembali mencintai laki-laki itu, semuanya karena Ardhan, karena ia ingin membalas semua kebaikan Ardhan sehingga ia harus mau menerima kehadiran janinnya. Rara menatap perutnya yang masih rata melalui cermin panjang yang ada di lemari. Sesekali wanita itu memiringkan tubuhnya ke kanan dan kiri untuk melihat keadaan perutnya yang masih terlihat sangat rata dan ramping. "Lagi ngapain?" Rara langsung menurunkan bajunya yang sempat ia naikkan untuk melihat perutnya itu. "Kok kaget? Kayak abis ketauan nonton film biru aja." Ardh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN