"Darah, kaki kamu ada darahnya! Kaki kamu berdarah!" Rara menatap kakinya dan benar saja kakinya sudah bersimbah darah. Ardhan langsung beranjak dari tempat tidur untuk membawa Rara ke rumah sakit. "Perut kamu sakit gak?" Tanya Ardhan sangat khawatir yang dibalas anggukan lemah oleh Rara. "Fany duduk di belakang ya." Ujar Ardhan membukakan pintu mobil bagian belakang untuk Fany. Ketika mobil sudah melaju Rara menyentuh lengan Ardhan karena Ardhan membawa mobil dengan kecepatan cukup tinggi. "Pelan-pelan aja, aku gak papa." Ardhan tidak menggubris ucapan Rara dan malah menggenggam erat tangan Rara. Setibanya di rumah sakit pada pukul delapan malam Ardhan dan Rara bernapas lega ketika dokter Tya masih berada di rumah sakit. "Lho Rara kenapa?" Tanya dokter Tya saat melihat Ardhan mer

