Fany menangis sesenggukan ketika bangun dari tidurnya ia dapat melihat Ardhan kembali. Ketika Rara dan yang lainnya pergi ke rumah sakit Fany berada di apartemen bersama dengan Bi Ijah, saat Ardhan dan Rara sudah kembali ke apartemen Fany sudah tidur. Hingga tepat di pukul delapan pagi Fany terbangun dan langsung nangis begitu melihat Ardhan tidur memeluknya. "Sssttt, Fany jangan nangis. Kan Papa udah pulang." Ucap Ardhan dengan rasa kantuk yang masih menyelimuti nya. "Papa gak boleh pelgi!" "Iya Papa gak akan pergi, kalo pergi ntar sama Fany sama Mama, ya." Fany mengangguk berdiri dan memeluk Ardhan yang sedang duduk di tempat tidur. "Ka-kata Che, Papa gak pulang-pulang, huaaah!!" Fany menangis sejadi-jadinya membuat Ardhan gelagapan. "Enggak, Che bohong. Buktinya Papa udah pulang ka

