Fany menyeret tas imutnya dilantai sambil berjalan ke arah dapur. Kalau dilihat-lihat tas Fany tidak berat sama sekali, Fany sanggup memakai bahkan menenteng tas nya, namun saat melihat keadaan kamar kosong tidak ada siapapun selain dia, Fany mendadak kesal. Dengan bibir yang mengerucut Fany menyeret tas nya menuju dapur. Fany berdiri di ambang pintu dapur memperhatikan dua orang dewasa yang sedang bermesraan. Di pagi hari Fany sudah disuguhkan pemandangan yang semakin membuatnya kesal. Ardhan memeluk Rara yang sedang masak dari belakang, mereka berbicara bahkan tertawa bersama. Brak! Fany melemparkan tas nya ke atas meja makan sehingga menimbulkan suara yang cukup bising karena tas imutnya menghantam gelas serta piring yang berisikan sendok. Fany naik sendiri ke kursi menatap piring

