"Ardhan," gumam Rara sudah berdiri dari duduknya diikuti oleh Marsha. Ardhan tersenyum kecil, "bisa kita ngomong berdua? Gak papa, Oma?" Tanya Ardhan sopan kepada Marsha. Marsha pun tersenyum dan mengangguk. "Ardhan sama Rara ngomongnya di kamar, Oma di sini aja sama Fany." Ucap Ardhan saat Marsha hendak pergi dari ruang tamu. "It's all true?" Tanya Ardhan ketika mereka sudah berada di kamar. Rara diam tidak memberikan respon apapun, bungkam. "Ra?" Rara menggeleng, "maksud aku-" "Ada tiga hal yang aku denger. Pertama, kamu mau gugurin kandungan kamu, kedua kamu mau gugat cerai aku, dan ketiga, kamu bakal nikah sama laki-laki lain setelah kita cerai?" Ardhan tertawa getir. "Dengerin aku dulu," pinta Rara dengan mata yang berkaca-kaca. "Aku udah denger mau dengerin apalagi? Mau den

