"Maaa! Bang Ian nakal!" Lia mengurut keningnya, ia menidurkan Cailla yang sudah tertidur di pelukan nya dengan hati-hati, baru saja beranjak, Cailla terbangun dan menangis saat mendengar suara adik kembaran nya yang berisi seperti radio rusak. "Sstt, Ilo berisik deh!" Lia menatap tajam Callio yang sedang merengek menunjuk-nunjuk mainan nya yang katanya di rusak oleh Septian. "Huaa... Mama! Mamaaa!" Cailla meraung diatas kasur. Lia menghela nafas, ia mendekati ranjang dan menggendong Cailla. "Cup, cup... Anak Mama nggak boleh nangis..." Lia menepuk-nepuk kecil p****t Cailla agar tertidur kembali, Cailla memang manja pada dirinya sedangkan Callio manja pada sang Papa, dan Septian tidak manja sama sekali tapi hobi buat onar dan jahil. Callio merengut, ia duduk di pinggiran ranjang iri

