Bara sebenarnya berat hati meninggalkan istrinya yang sedang hamil besar, tapi pekerjaan kali ini mempertaruhkan perusahaan nya yang sedikit mengalami kendala. Ia berusaha secepat mungkin menyelesaikan pekerjaan nya agar dapat menemani istrinya itu berkumpul bersama anak-anaknya, rasanya belum apa-apa ia sudah rindu kepada sang istri. Pyar... Bara tersentak saat tak sengaja lengan nya menyenggol cangkir hingga terjatuh dan pecah berceceran di lantai, tiba-tiba jantungnya berdetak keras. “Ehm... Tolong bersihkan ini, saya tidak sengaja menjatuhkan nya.” Perintah Bara pada seorang Office boy yang tengah mengepel lantai di luar ruangan kerjanya. Office boy tersebut mengangguk dan membersihkan pecahan kaca dengan kopi yang sudah tumpah dimana-mana. Bara menyandarkan punggungnya pada kursi

