Bab 41 My Lovely Baby

1730 Kata

                Pagi menjelang dunia. Aku terbangun dalam pelukan Kak Erlan dan hanya berselimut tebal. Pantas aku merasa dingin karena hanya selimut yang melindungi tubuhku. Ya, you know what I mean-lah. Si tersangka utama masih lelap walau azan subuh baru berkumandang. Aku mengguncang tangannya kecil. Sesekali aku berbisik lembut di telinga sensitifnya. Perlahan mata tajamnya terbuka sedikit demi sedikit. Hidungnya yang mancung kembang kempis. Mulutnya yang tipis menyungging senyum kepuasan. Iyalah dia puas setelah merayuku habis-habisin. Dasar Babang Erlan genit. “Bangun yuk, Kak. Mandi terus salat subuh. Yuk keburu habis,” ucapku lembut. Dia mengerang lembut. “Okay, barengan ya mandinya. Kayaknya dakiku tebel nih,” hadeh, masak iya pagi-pagi udah bersihin daki. Bilang aja itu cuma ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN