Lambaian tangan Dana terhenti sesaat setelah mobil milik Sakti menghilang dari pandangannya. Dia menekan d**a kirinya guna menahan debaran jantungnya yang kian berlomba. Perasaan panas kembali menjalari tubuhnya hingga ke seluruh wajahnya. Dia mendesah, merasakan perubahan mood-nya yang terlalu tiba-tiba. Baru saja, dia merasa senang karena kembali menyelamatkan nyawa ibu-ibu itu, namun perasaannya down dan sedih saat pikirannya kembali memaksanya untuk mengingat Won. Dia menatap lampu jalanan yang ada persis di depan rumah Dina, melihat cahaya termaram yang terlihat romantis di bawah guyuran hujan seperti ini. Ingatan bahwa dulu, Won juga menyatakan cintanya di bawah guyuran hujan seperti ini membuatnya meneguk ludahnya guna membasahi kerongkongannya yang tiba -tiba terasa kering. D

