“Hari ini hari pertama kita.” Raut wajah bingung yang Sakti perlihatkan saat mendengar bisikan dari Dana berubah menjadi senyuman. Wajah lelahnya berubah cerah hanya dengan mendengar satu kalimat yang Dana berikan tadi. Dia terkekeh, menatap cairan berwarna cokelat keruh yang Dana buatkan lalu menyeruputnya. Ini kedua kalinya Dana membuatkannya kopi instan itu. Namun, entah mengapa hari ini cairan itu begitu manis. Dia terkekeh sebelum kemudian menggelengkan kepala membuang pikiran alay yang tadi sempat mampir ke dalam otaknya. Dia merenggangkan tubuhnya sebelum kemudian berjalan menuju ruangannya sembari bersenandung pelan, sesuatu hal yang tak pernah dia lakukan selama ini. Langkahnya berhenti saat melihat Dana sedang duduk di meja informasi melihat data pasien. Mencocokkan data ya

