Abah Sakti menatap kekasih putranya yang kini membantu kedua anaknya di dapur. Membersihkan sisa makan mereka. Dia menyadari bahwa sedari tadi, Dana bersikap gugup di depannya. Dia termasuk orang yang sulit mengungkapkan perasaannya. Sikap supel dan bagaimana Dana berinteraksi dengan istri dan kedua anaknya membuatnya sebenarnya menyukai gadis itu. Tapi, ada satu hal yang mengusik pikirannya. Abah Sakti mendesah melihat bagaimana putranya melihat gadis itu dengan penuh bangga. Wajahnya terlihat sumringah dan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya. Dia mencoba mengingat kapan terakhir kali, putranya ini tersenyum seperti ini. Sikapnya cenderung dingin menurun ke Sakti. Sejak kecil Sakti terus memperlihatkan sikap dingin dan jarang senyum. Tapi, saat berdekatan dengan gadis itu, putr

