Dana melepaskan pelukan Sakti, menatap pria yang menjadi kekasihnya ini dengan penuh kelembutan. Sakti adalah pria yang berusaha untuk memahaminya dalam diam. Pria itu tak pernah berkata yang tak perlu. Cukup dengan berada di sampingnya, menggenggam tangannya atau hanya dengan memberikan bahu untuknya bersandar. Itu sudahlah cukup. Sama seperti sekarang, Sakti memberikan pelukan yang menenangkannya. Tatapan mata lembut yang dia perlihatkan membuat perasaannya yang risau menjadi lebih tenang. “Boleh aku mengutarakan pendapatku?” tanya Sakti mencoba bersikap netral dan mengungkapkan pendapatnya. Setelah melihat Dana mengangguk, dia menarik napas dalam, memikirkan kata awal yang bisa dia gunakan untuk tidak membuat Dana salah paham. “Sama seperti Dina yang sudah menyelamatkan hidupmu. Yang

