Doctor 76 Mata Sakti berbinar. Senyumnya tak dapat dia tutupi saat melihat satu frying pan berisi tteobokki dengan taburan biji wijen, daun bawang dan keju melted. Di piring lain, terlihat rumput laut goreng yang dia isi dengan mihun yang telah dia bumbui, begitu pula dengan makanan bernama Kimbab yang mengingatkannya dengan Sushi. “Masih ada yang kurang?” tanya Dana yang datang dari dapur membawa odeng yang telah dia tusuk dengan seperti tusuk sate, tapi sedikit lebih besar. Dia mendelik bagaimana wanita Korea di depannya ini bisa mengetahui tempat menjual bahan makanan seperti ini di Sampit padahal dia sendiri yang sudah hidup tiga puluh tahun lebih tidak tahu. Dia menatap Dana dengan senyum, melihat pakaian yang digunakan Dana saat kerja kini sudah dilapisi dengan celemek bunga-bung

