Panggilan Danu membuyarkan lamunanku. Tepat dua puluh lima tahun lalu Mas Hasan ketahuan selingkuh. Dan ternyata karma itu nyata tapi kenapa harus putriku almarhumah Riana yang menanggung karma itu. "Mah, Kenapa melamun?" tanya Danu dengan membawa Fanya dan Atik. "Tidak Danu, ehm kalian dari mana?" tanyaku mengalihkan pembicaraan. Aku tidak ingin Danu mengetahui jika Bapaknya selingkuh. Rahasia perselingkuhan Mas Hasan masih tersimpan rapat . Aku mencoba berdamai dengan keadaan tapi nyatanya sakit hati itu masih terasa sampai sekarang. "Kami dari makam mamah Eyang." Jawab Fanya. "Uhmm cucu eyang memang pintar dan Solehah selalu mendoakan mamahnya." pujiku. Mereka lalu tersenyum dan memelukku. "Kami kangen mamah dan Edo eyang" Atik yang memelukku tiba-tiba menangis. "Uhmm sud
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


