Aku memasukan angka saat kami pertama kali bertemu. Aku membuka aplikasi berlogo hijau dan menelepon asisten Mas Hasan. Tut ... Tut Baru di panggilan pertama dia langsung mengangkat panggilan teleponku. "Hallo Assalamualaikum" Suara dari sebrang namun tak aku jawab. "Bos, tadi nyonya Salma menelepon saya tapi tidak saya angkat, Saya takut ketahuan karena telah menggelapkan uang perkebunan." Aku bergeming mendengar penuturan Rudi. Dia masih belum sadar jika yang berada di sebrang teleponnya adalah aku. "Hallo Bos?" sapa Rudi lagi. Aku tak mengindahkannya. "Oh ya Bos, tadi non Farah menelpon lagi, dia minta di transfer uang enam puluh juta katanya perintah Bos." Setiap kata-kata Rudi bagai sembilu yang menyayat hatiku. Semua omongan Rudi sengaja aku rekam untuk bukti jika suat

