Setelah sampai di rumah Ayah, aku langsung menuju kamar, ternyata begitu berantakan dan pengap, bahkan bekas darah ayah masih tercecer. Aku mencari di lemari, yang aku cari adalah sertifikat rumah ini. Semua laci ku buka namun hasil nihil, hampir putus asa. 'Apa wanita ular itu, dan Cindy yang mengambilnya?' batinku. Aku terduduk di kasur, ku usap kasar wajahku, bagaimana ini hanya rumah ini satu-satunya harapanku. Jika tidak memperoleh uang itu, bagaimana aku memulangkan jenazah ayahku. Aku mengamati seisi ruangan, berharap masih bisa di temukan sertifikat rumah ini. Namun buntu tak kutemukan titik terang dimana ayah menyimpannya. 'Apa aku harus menjual mobil?' setidaknya aku bisa membeli motor dari sisa penjualan mobil. Terburu aku menuju showroom mobil, semoga harga jual mobi

