Brak ... brak Ketukan pintu berubah menjadi gedoran yang begitu keras. b*****h, tidak sopan sekali! Aku kedepan, berniat membuka pintu. Tapi tiba-tiba. Prang Kaca jendela pecah, karena lemparan batu. Saat itu nyaliku ciut aku tak berani membuka pintu. Aku tak mau mengambil resiko karena bisa membahayakan nyawaku. Prang ... brak ... brak "Jovan, buka pintunya b******k!" teriaknya. Itu suara Cindy. Untuk apa dia kembali?. Jika hanya Cindy bisa aku hadapi, tapi sebelumnya aku melongok dari jendela di paling pojok, yang belum terpecah. Syukur dia hanya sendiri, terlihat penampilannya begitu kacau, dimana wanita ular itu?. Ceklek Aku buka pintunya, Cindy langsung berhambur menyerangku. Bugh ... bugh ... Plak Pukulan Cindy memang tidak begitu keras, tapi sangat terasa sakit k

