Bab 48 : Gegabah

991 Kata

"Kenapa kau memarahi Alana seperti itu? Kau tidak seperti Bagas yang kukenal." Raka menyandarkan punggungnya di pembatas atap seraya menatap Bagas yang tak kunjung buka suara. "Apa ini soal semalam? Kalian benar-benar bertengkar?" Dika ikut bertanya. Arya yang sama sekali tak paham dengan situasinya lalu ikut bertanya, "memangnya ada apa semalam?" "Semalam b*****h ini datang ke rumahku dan jika saja aku tidak memaksanya agar pulang, mungkin dia akan benar-benar menginap," ujar Dika. "Alana juga semalam sempat menelepon padaku namun tak sempat kuangkat. Lalu tadi pagi dia bertanya padaku mengenai Bagas." "Sekarang apa lagi yang kalian debatkan?" Raka membuang napasnya pelan. "Heh, kurasa Alana itu khawatir padamu. Dia bahkan rela mengerjakan tugas milikmu juga tanpa sepengetahuanmu,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN