Sudah sekitar sepuluh menit yang lalu sejak semua orang pulang dari apartemen milik Bagas dan juga Alana. Bagas yang sedang membantu Alana membersihkan meja itu mendadak diam begitu kedua tangannya tanpa sengaja menatap foto yang terpajang di dinding. "Ah, lihatlah foto pernikahan kalian. Kalian berdua terlihat serasi sekali di sana, berbeda sekali setelah sesi pemotretan." "Tapi mereka memang serasi. Alana juga terlihat cantik dengan gaun pengantin itu." Kedua sudut bibir Bagas perlahan naik ke atas. Iya, semakin hari ia sendiri sadar kalau Alana memang memiliki wajah yang cantik, mirip seperti ibunya. Ditatapnya foto pernikahan mereka berdua selama beberapa saat, lalu Bagas terkikih pelan saat mengingat bagaimana ketidakseriusan mereka di atas altar bahkan sesaat setelah ibunya Ala

