Alana mendongak saat seseorang meletakkan sekotak s**u di dekat piringnya. "Aku sudah menyuruhmu pergi ke ruang kesehatan di jam pertama. Dasar keras kepala." Alana melihat punggung Bagas menjauh hingga akhirnya lelaki itu bergabung bersama dengan teman-temannya. "Ada apa?" Mita yang baru saja selesai mengambil makanan pun duduk di sebelah Alana. Alana menggelengkan kepalanya seraya tersenyum tipis. "Tidak ada." "Oh, iya. Aku perhatikan sepertinya kau agak pendiam sejak pagi. Apa kau merasa kurang sehat?" tanya Mita. "Apa? Ah, tidak kok. Aku baik-baik saja." "Sungguh? Aku sempat berpikir kalau terjadi sesuatu lagi antara kau dan Bagas jadi aku agak khawatir. Kalian kan sering bertengkar dan dia juga sering menjahilimu." Alana menatap s**u kotak di depannya lalu menatap Bagas

