Alana terlihat semakin bosan. Ia sudah menghabiskan dua gelas jus jeruk. Usai bermain biliar, Bagas kini diajak bermain Truth or Dare bersama Raka cs. Awalnya Alana juga diajak bergabung, namun ia memilih menolak mengingat mereka bermain ditempat seperti ini. Ia hanya takut menerima tantangan yang aneh, terlebih setelah ia mengetahui kalau pria bernama Radit itu juga ikut bergabung. Ia melirik jam tangannya dan terkejut saat waktu hampir menunjukkan pukul sepuluh malam. Gadis itu menepuk-nepuk bahu Bagas hingga lelaki itu menoleh padanya. "Ada apa?" tanya Bagas santai. "Heh, ayo pulang! Ini sudah hampir jam sepuluh malam. Astaga, kau sudah janji ada ayahmu!" "Sebentar lagi. Ayolah, ini kan belum terlalu larut." Bagaa menyingkirkan tangan Alana dan kembali berfokus pada teman-temanny

