Bab 45 : Pengakuan (2)

1384 Kata

Helaan napas terdengar begitu pintu apartemen ditutup. Alana menatap Bagas yang berjalan mendahuluinya. "Menurutmu, apa ibuku marah?" tanya Alana. Gadis itu menghampiri Bagas yang kini duduk di sofa dengan kedua mata terpejam. "Aku tidak yakin. Ibumu terlihat begitu tenang saat kita menjelaskan semuanya. Kurasa dia agak kecewa saat tahu kalau kau memang tidak hamil." Bagas perlahan membuka kedua matanya lalu melanjutkan, "tapi di sisi lain dia mungkin saja lega karena kita tidak dikeluarkan dari sekolah." "Lalu bagaimana pernikahannya? Bukankah kita harus—" "Kau benar-benar bersikeras ingin bercerai?" Bagas kini menatap manik milik Alana. Gadis itu terdiam selama beberapa saat sebelum akhirnya kepalanya mengangguk pelan. "Bukankah ... kau juga sepakat soal ini? Sebelum lulus nant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN