"Kau tidak seharusnya berkata begitu pada ayahmu!" Alana mengekori Bagas begitu mereka tiba di apartemen. "Aku sedang tidak ingin bertengkar denganmu jadi jangan membuatku marah." Bagas membuka kancing kemejanya dan berjalan ke dapur. "Kita kan bisa membicarakannya secara baik-baik. Kau terlalu terbawa emosimu." Bagas yang hendak membuka pintu kulkas itu lantas kembali menatap Alana. "Jadi maksudmu semua ini salahku?" "Aku tidak bermaksud menyalahkanmu. Hanya saja kau tadi kehilangan kendali dan sampai membentak ayah. Kau harus minta maaf padanya." "Ini bukan salahku jadi kenapa aku minta maaf? Sebaiknya kau tidur saja. Kau bisa tidur di kamar malam ini." Bagas mengeluarkan sekaleng soda dan kembali ke sofa. Alana menghela napas pelan dan mengikuti langkah lelaki itu. "Pikiranmu

