Anneta - Bab 18

1515 Kata

Anneta membuka pagar saat suara klakson motor menggema di depan rumahnya. Gadis itu menampilkan senyuman termanisnya. Alfian sampai harus menahan napas untuk beberapa detik. Berharap waktu mau bermurah hati berhenti berputar sejenak. Agar ia bisa membingkai wajah ayu itu untuk ia simpan ke dalam memori ingatannya. "Aduh sori, aku belum siap. Buru-buru, nggak?" Alfian hanya tersenyum, lalu mengamati penampilan gadis di depannya yang memang masih memakai piyama tidur. Tapi wangi sabun sudah menguar dari tubuhnya. "Masih bisa, setengah jam sebelum waktu masuk kantor," katanya sembari melirik arlojinya. "Oke, tunggu di dalem, yuk!" Anneta melebarkan pintu gerbang rumahnya. Menunggu Alfian dan motornya masuk sebelum akhirnya menutup pintu itu kembali. Gadis itu berjalan mendekati Alfian yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN