"Ehem! Yang diapelin dua cogan, masih pagi dapet rejeki nomplok, Mbak!" goda Riska saat Anneta baru saja mendaratkan bokongnya pada kursi di sampingnya. Anneta berdecak pelan tanpa bisa menyembunyikan semburat merah di pipinya. "Apaan, si kamu Ris, ne buat kamu aja," katanya seraya menyodorkan plastik makanan pemberian Rion. "Loh, kok dikasih aku? Kan buat Mbak Netta?" "Alah, kamu ... udah neh, aku baru aja sarapan soalnya." "Kalau Mbak memaksa, si aku bisa apa," katanya sambil tergelak. Lumayanlah, dia memang hanya sarapan setangkup roti dan segelas kopi. Dan definisi sarapan yang benar menurut Riska itu ya, yang ada menu nasinya. Seperti sekarang. "Mbak Netta nggak mau?" Anneta menggeleng, sebenarnya umurnya dan Riska hampir sama. Hanya terpaut beberapa bulan. Agak kurang nyaman sa

