Anneta - Bab 23

1552 Kata

Dengan susah payah Anneta mengikuti langkah lebar Alfian. Ia tahu laki-laki itu sangat marah dan merasa dipermainkan. Ah, bodoh! Kenapa dia lupa mengeluarkan buku harian milik Naira dari tasnya? Kenapa harus ia bawa? Dan juga ... kenapa dia harus menitipkan tas itu pada Alfian? Kalau sudah begini apa yang harus ia lakukan? Alfian pasti sangat marah. Dan ia yakin, penjelasan apapun yang ia keluarkan pasti tidak akan laki-laki itu terima jika kondisinya seperti ini. Langkah Anneta terhenti saat Alfian berhenti di depannya. Laki-laki itu masih membelakanginya, tapi Anneta tahu Alfian sedang menahan emosi. Terlihat dari pundaknya yang kini tampak naik turun. Sungguh, kalau bisa Anneta ingin kabur saat ini juga. Dia hanya menggigit bibir dengan tangan bertautan cemas. Siap menerima luapan emos

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN