Alfian sedang tenggelam dengan pekerjaannya. Beberapa design proyek pembangunan hotel di daerah Jakarta Selatan dan juga Kota Tangerang menguras waktunya akhir-akhir ini. Apalagi, Alta yang seharusnya membantu mengurusi proyek penting ini, malah seolah abai karena memang sedang mengurus rencana pernikahannya dengan Alana yang akan dilaksanakan beberapa bulan lagi. "Masuk!" teriaknya saat terdengar suara ketukan di pintu ruangan kerjanya. "Kopinya, Pak." "Taruh saja di meja," katanya tanpa memperhatikan office girl yang mengantarkan kopi pesanannya. Dia sedang sibuk dengan berbagai miniatur hotel yang sedang ia rancang. "Kamu bisa pesankan saya makan? Saya belum sempat makan malam," katanya sembari melirik arloji yang sudah menunjukkan angka delapan. Bukan waktu ideal untuk makan sebena

