Rencana

1280 Kata

Zilka menatap Marrisa pagi ini, hatinya dipenuhi banyak ketakutan. Satu jam pertama sejak kafe dibuka, Zilka banyak menghabiskan waktu dengan melamun. Dia diam-diam mengawasi kedua temannya yang bekerja bersama, mulai merasakan keresahan. Hidup Marrisa dan Dean adalah hidup yang sederhana. Jauh dari intrik, jauh dari permainan licik. Bagaimana bisa keluarga Morrales menjadikan kedua orang ini sebagai objek tawar menawar bagi Zilka? Mereka tampaknya sangat tahu kelemahannya. Untuk seseorang yang hanya memiliki segelintir teman, arti Marrisa dan Dean sangatlah besar. Jelas tak mungkin membiarkan mereka dalam kesulitan karena dirinya. Zilka menatap pinggiran cangkir kopi yang ia sesap hingga tatas. Dia memutar-mutar cangkir dalam genggaman tangan, menyusuri pola keemasan dengan ujung te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN