Hari Terus Berganti

1190 Kata

"Hai wanita hebat!" Mia menatap wanita kuyu yang baru saja membuka pintu kamar, menunjukkan kedua mata yang sembab. Penampilan Zilka tak bisa dibilang baik. Wajahnya pucat, kulit bibirnya retak-retak, matanya cekung, dan pipinya terlihat semakin tirus. Mia merasa nyeri melihat penampilan Zilka. Dia ingin memberikan simpati langsung, tetapi segera ia tahan. Mungkin akan lebih mudah bagi Zilka bersikap seolah-olah semuanya baik-baik saja. "Aku membawakanmu beberapa dress koleksiku! Kuharap kau mau menerimanya!" Mia mengangkat paper bag, membiarkan bagian atasnya terlihat. "Aku … oh!" Suara Zilka serak. Dia menatap paper bag yang dibawa Mia, menggeleng lemah. "Dressmu terlalu istimewa. Saat ini aku tak bisa menerimanya!" Zilka tahu perkiraan harga masing-masing potong dress yang dides

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN