Kalimat Chacha rasanya seperti tamparan. Pedas. Dan semakin membuat Haikal merasa resah. “Jadi? Kalian, sudah…” Haikal tampak seperti orang d***u. Bodoh dalam menyikapi sepasang kekasih itu, cowok itu terlihat menatap Chacha, dan juga Rayyan bergantian. Tentunya dengan pertanyaan besar yang kini tengah melanda isi kepalanya. Berat. “Iya, kami sudah melakukannya.” Chacha menjawab pertanyaan itu dengan telak. Meski sejujurnya saja Chacha juga tidak begitu mengerti, maksud dari pertanyaan Haikal itu apa. Hanya saja, Chacha tak ingin memperkeruh keadaan, jadi dengan sengaja gadis itu membenarkan argument Haikal, yang tidak benar-benar terjadi kebenarannya. “Kamu mau apa sekarang?” Chacha unjuk gigi, dengan kedua tangan yang kini tampak terangkat ke samping tubuhnya. Berkacak pinggang, dengan

