Setelah cukup lama berada dalam kerumunan kemacetan jalan raya. Akhirnya taksi yang ditumpangi Chacha sampai di tempat tujuannya. “Ini pak.” Ucap Chacha sambil menyerahkan selembar uang seratus ribu. Setelah mendapatkan kembali uang kembalian. Gadis itu kembali berlari memasuki bangunan besar itu. Bertanya pada salah satu petugas yang berjaga. “Mbak, saya mau ketemu sama Dokter Rayyan.” Ucap Chacha pada seorang petugas resepsionis yang sedang berjaga. “Dokter Rayyan?” Tanya petugas perempuan itu memastikan, dan dibalas anggukan kepala dengan cepat oleh Chacha. "Dokter Rayyan yang mana ya mbak?" Tanya petugas itu lagi. merasa tak pernah mendengar ada nama Dokter Rayyan dalam daftar Dokter yang ada di rumah sakit itu. Chacha tampak berpikir keras. Ia semakin bingung. Sebab yang gadis itu

