Tanpa sadar, mobil yang ditumpangi Chacha sudah berhenti di sebuah pelataran. Chacha menatap sekeliling. Tempat itu terlihat seperti butik, dari luar, terlihat patung boneka berjejer dengan berbagai gaun mahal, membungkus tubuh patung tersebut. Kedua alis Chacha saling bertaut. Pun kemudian gadis itu menatap Rayyan, dari isyarat mata cowok itu sudah mengerti, Chacha meminta penjelasan. "Nanti kamu juga tau sendiri." Kata Rayyan, cuek. Cowok itu melangkah lebih dulu, tanpa menggenggam, atau merangkul bahu Chacha, layaknya pasangan kekasih, yang sering Chacha lihat dalam serial drama. Cowok itu melangkah lenggang, dengan kedua tangan berada didalam saku celana. Begitu santai, tanpa peduli dengan wajah Chacha yang sudah berlipat-lipat. "Dokter ... Tunggu." Teriak Chacha jengkel, merasa di

