Andrew pun berlari kecil menuju ke parkiran dan meninggalkan klub, dia segera mengendarai mobilnya dengan laju yang cukup cepat. Andrew kesal dan tiba tiba memukul setir cukup kasar. "Sial, gue kenapa sih tiba tiba aja selalu nurut sama ucapannya si Jenny. padahal gue yakin ini itu bukan kemauannya bayi gue, tapi kemauannya dia! gue yakin bener" Andrew menghela nafasnya cukup panjang "Tenang Ndrew, yang penting buat sekarang adalah rahasia gue tentang anak itu engga terbongkar. Gue harus nurutin semua kemauan Jenny, yap! gue ngelakuin ini karena terpaksa kan? bukan karena apa apa lagi" lirih Andrew dengan pelan sembari tersenyum senyum bodoh. "Semoga aja apa yang gue ucapin itu bener" tambahnya lagi. Andrew melihat toko buah buahan di ujung jalan, dia langsung menghentikan mobilnya tep

