"Happy Birthday Cucu-cucu Oma!" ucap Widi ketika semua orang telah berkumpul di ruang keluarga. Bukannnya berteriak kegirangan atau semacamnya. Devan, Dimas, dan Aksa malah terdiam menatap cake berukuran besar didepan mereka. Bahkan Devan hanya menguap saja. "Emang kita ulang tahun ya Oma?" tanya Dimas. "Ini jam berapa?" Devan melirik jam dinding besar yang terpajang disana. "Oh jam setengah satu pagi." "Ngantuk." Aksa bersandar dipinggiran sofa. "Sadar guys sadar!" Caca mencipratkan air dari gayung yang dia bawa, membuat bereka terkejut. Mereka bertiga mengerjapkan mata, dan langsung kegirangan ketika kembali melihat cake didepan mereka, diatas cake tersebut tertancap lilin angka satu dan tujuh. "Happy Birthday bro!" Devan memeluk Aksa dan Dimas. "Happy Birthday kesayangan-kesayang

