“Ren beliin gue makanan dong, laper nih!” Rendi menghembuskan napas kasar. Sudah tiga hari Devan dirumahnya selalu menyusahkan. Mulai dari pinjam baju, sempak, celana, bahkan makanan harus selalu disediakan. Jika saja Rendi tidak sedang mengejar Kakaknya Devan, sudah kemarin-kemarin dia akan tendang Devan dari rumahnya. “Makan mah makan aja, Bi Minah kan udah masak. Ribet banget hidup lo.”Rendi duduk di samping sofa tempat Devan sedang tiduran seraya menonton serial kartun kesukaannya—Tayo. “Lo mah badan aja gede, masa nonton gituan.” “Gituan apa? Ini tuh si Tayo, seru anjir! Apalagi lihat kecantikan Hana, duh mungil-mungil menggemaskan.” “Bohayan Miyabi kemana-mana,”ucap Rendi pelan, namun dapat di dengar oleh Devan. “Lo doyan nonton bokep?”tanya Devan yang kini duduk menghadap Ren

