"Udah ah, Oma kenyang." Widi mendorong sendok bubur yang dipegang Devan agar tidak masuk kedalam mulutnya. Padahal baru beberapa suap bubur yang berhasil dia telan. "Baru sedikit Oma."Devan kembali mencoba menyuapi sang Oma."Aaaaa.... Mulutnya buka, ngiung-ngiung pesawat mau masuk, tolong buka.Ngiung-ngiung du..du...du.." Devan mengangkat lalu memutar-mutar sendok layaknya mainan pesawat yang sering dia mainkan dulu. Namun lagi-lagi Widi menolak sendok itu untuk masuk kedalam mulutnya. "Oma udah kenyang sayang."ucap Widi. Membuat wajah Devan langsung cemberut. Dia kemudian menyimpan mangkok bubur tersebut keatas meja di samping ranjang. "Ah Oma gak asik." Plak... Devan menepuk pahanya yang merasa gatal karena mungkin di gigit nyamuk. Kulitnya yang putih membuat bentolan jelas terliha

