“Dim, Dimas. Kamu udah siap?”Syabilla membuka perlahan pintu kamar Dimas. Malam ini Syabilla mengajak Dimas ke rumah sakit untuk menengok Widi karena kebetulan Syabilla baru pulang dari kuliah siangnya. Sepi, di kamar Dimas tak ada tanda-tanda kehidupan. Syabilla akhirnya memberanikan diri untuk masuk kedalam kamar. “Dimas. Kamu dimana?” “Berangkat yuk, udah malam.” “Eh Sya.” “Maaf aku baru beres mandi.” Dimas keluar dari kamar mandi dengan rambut basah.Tubuhnya juga hanya diselimuti handuk yang dia lingkarkan dipinggangnya, menampakan enam buah roti sobek yang membuat siapapun khususnya kaum hawa akan tergiur. Tapi tidak dengan Syabilla, dia buru-buru menutup matanya dengan kedua tangan. Dia belum siap melihat semuanya, dia masih terlalu polos. “Dimas pakai bajunya ih!” Dimas yang

