Chapter 55

1801 Kata

“Lo kenapa diem mulu?” “Sariawan?” “Gagu?” “Masih ngambek?” Begitulah ocehan Dimas ketika Aksa sejak tadi hanya sibuk dengan ponselnya tanpa mengeluarkan suara. Bahkan sejak tadi Dimas hanya mengobrol dengan Kenzo, dan sekarang ketika Kenzo sudah turun, Dimas jadi bingung harus bagaimana membuat Aksa bicara. Selama mereka hidup sebagai saudara kembar, ini kali pertama Aksa mendiamkan Dimas. “Gak usah ngambekan. Kaya anak perawan aja lo,”ucap Dimas sekali lagi. Dia melihag dari kaca spion, Aksa tetap terfokus pada ponsel tanpa menghiraukan Dimas. “Lagian kaya gak ada cewek lain aja. Suka kok sama bekas saudara sendiri.” Kali ini ucapan Dimas berhasil membuat Aksa mendongak. Tak ada senyuman riang di wajah Aksa seperti biasanya. Yang ada hanya wajah dingin dan datar, membuat Dimas mera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN