Chapter 17

877 Kata

                                                                                            *** Sudah hampir setengah jam Dimas menemani Caca dipesta temannya. Namun acara belum juga dimulai, membuat Dimas bosan saja. Rasanya dia menyesal menemani Kakaknya, tapi dia juga tak sanggup membayangkan jika Caca harus diolok-olok karena pergi sendirian. Bagaimanapun juga Caca adalah Kakak perempuan satu-satunya dan melindungi Caca adalah hal mutlak bagi Dimas. "Bosen," gumam Dimas pelan. Dimas berjalan pelan untuk menghampiri Caca yang tengah asyik mengobrol dengan teman perempuannya. "Balik yuk, bosen nih," ajak Dimas pada Caca. Caca yang sedang asyik ngobrol menoleh dengan sebal. "Acara masih lama Imas,udah ngajak balik mulu lu." "Ngantuk Kak, gue pengen bobo ganteng." "Ganteng darimana,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN