"Si Asa belum balik Dim?" tanya Devan. Dia menghampiri Dimas yang sedang asyik menyantap cheesecake pemberian Rendi. "Belom," jawab Dimas. Mulutnya masih penuh dengan kue. "Enak tuh, kue dari siapa?" Devan ikut mencomot kue tersebut. "Dari Kakak ipar eh-" Dimas tidak melanjutkan ucapannya, sejak kapan dia menganggap Rendi sebagai Kakak ipar? Kenapa juga pendirian Dimas bisa tersogok hanya dengan sebuah cheesecake. "Aseek, sejak kapan lo akuin dia jadi Kakak ipar? Gue sih ogah, masa Kakak ipar kita seumuran." Devan berjalan menuju kulkas, dia mengambil segelas minuman kaleng karena merasa tenggorokannya sedikit tak enak setelah memakan kue tersebut. "Tenggorokan gue kok gak enak ya, jangan-jangan tuh kue diracunin sama si k*****t," ucap Devan. Sebenarnya dia hanya ingin menggoda Dimas

