"Lo?" "Pagi calon adik ipar." Rendi tersenyum lebar menampakan barisan gigi-giginya yang rapi. "Kakak lo ada?" Dimas menghela napas berat. Dia tak menyangka Caca dan Rendi akan sedekat ini. Padahal dia dan Aksa hanya berniat memanfaatkan Rendi saja ketika memberi nomor ponsel Caca karena mereka yakin Kakaknya tidak akan tertarik pada Rendi, tapi nyatanya cowok itu sekarang berdiri di depannya. "Kakak gue masih tidur, ngapain lo pagi-pagi udah ngejogrog dirumah orang? Gak ada kerjaan? atau teman-teman lo udah bosen maen sama lo?" Bukannya marah atau tersinggung dengan perkataan Dimas, Rendi malah menepuk pundak Dimas sambil cengengesan. "Gak boleh gitu ah sama calon Kakak ipar, nanti masuk neraka lho. Oh ya adik-adiku dua lagi pada kemana? Mati ya? Duh sayang sekali." "t*i lo!" Mata Di

