Ceklek... Devan membuka pintu rumah dengan sangat pelan. Lampu rumah sudah gelap, itu berarti para penghuni rumah sudah terlelap. "Aman Sa," ucap Devan pada Aksa yang mengekorinya dari belakang. Sepulang membeli pizza mereka langsung pergi ke danau dan menyantap satu kotak pizza disana. "Kuy masuk." Aksa dan Devan berjalan membungkuk menuju lantai atas. Namun, baru beberapa langkah mereka menaiki tangga, suara Widi mengejutkan mereka. "Darimana kalian?" tanya Widi dari bawah. Aksa dan Devan menoleh seraya menunjukan cengiran kuda andalan mereka. "Eh Oma, kirain udah bobo cantik," ucap Aksa. "Ini udah jam sepuluh Oma, kok belum bobo?" tanya Devan. "Gak usah mengalihkan pembicaraan, kalian dari mana jam segini baru pulang?" Widi memperhatikan Aksa dan Devan dari ujung kepala hingga uj

