Chapter 14

1019 Kata

                                                                                        *** Dimas melajukan motornya begitu kencang, dia tak menghiraukan kedua saudaranya yang berusaha mengejar dari belakang. Yang dia inginkan sekarang adalah menenangkan hati dan mencerna semuanya. Gadis galak yang selama ini dia cintai ternyata bermain di belakangnya. Dia tak menyangka Vina akan sejahat itu, dia pikir Vina berbeda dengan gadis lain, nyatanya sama saja. "Dim, bawa motornya jangan kenceng-kenceng!" ucap Devan saat motor mereka berdampingan. Bukannya mendengar ucapan sang Kakak, Dimas malah menambah kecepatan motornya dan melesat meninggalakan Devan. Lelah, Devan pun berhenti sejenak di pinggir jalan. Dia mulai kebingungan karena ternyata Aksa tak ada. "Si Asa k*****t, mana lagi," ucapn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN