8

624 Kata
“Paman Roby, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat Perusahaan Arthaguna bangkrut?” tanya Sean. “Jika mau, dalam waktu setengah hari pun bisa, Tuan Muda.” ucap Roby tertawa. “Baik. Kalau begitu, aku ingin melihat mereka bangkrut secepatnya.” ucap Sean, lalu memutuskan panggilannya. Dia tersenyum ke arah Chandra dan berkata, “Di dunia ini, tidak ada satu orangpun yang berani mengambil uangku. Walaupun cuma sedikit, aku akan membuat mereka sengsara." Lalu dia bangun dan berjalan menuju keluar. Chandra memasang raut wajah tersenyum dingin. Menghadapi ancaman Sean yang membosankan, dia tidak akan pernah menganggapnya. Kalau Sean memiliki kemampuan untuk membuatnya bangkrut, untuk apa dia datang ke perusahaannya menjadi satpam? Sean menahan amarahnya dan meninggalkan kantor Chandra, langsung menuju rumah sakit. Hari ini Mega akan membahas kerjasama, jadi membutuhkan dia untuk menemani anaknya. Sean baru saja tiba di resepsionis lantai satu, dia langsung bertemu dengan mereka, sepertinya sengaja menunggu kedatangannya. Benar sekali, Khair memang sengaja menunggu untuk mempermalukan Sean. Kemarin Sean menyerangnya dan memukul wajahnya keras. Dia adalah orang yang akan membalas dendam, tentunya dia tidak akan kehilangan kesempatan ini. “Bukankah ini adalah Sean? Kudengar kamu pergi mencari penjelasan kepada Pak Chandra. Seharusnya Pak Chandra juga telah memuaskan permintaanmu kan.” Khair menatap Sean penuh sindiran. Begitu pula dengan Bima dan beberapa satpam lain. Mereka semua adalah tentara yang baru kembali dari militer. Tentara yang seperti mereka, masih saja tidak bisa mengalahkan orang yang tidak pernah menjadi tentara. Ini sungguh membuat mereka kurang puas dengan Sean. Mendengar Sean dipecat, bahkan tidak mendapatkan gaji dan uang jaminan, beberapa satpam ini sangatlah senang. Sean menatap Khair dengan tenang dan pelan-pelan mengeluarkan rokok. Dia menghisap pelan dan berkata, “Silahkan lanjut pertunjukkan mu.” Sekarang, biarkan saja Khair bersenang-senang. Tapi, apakah dia masih bisa bahagia setelah mendengar pengumuman Perusahaan Arthaguna bangkrut? Mendengar sindiran Sean, raut wajah Khair seketika berubah. Dia paling benci Sean begitu sombong, saat Sean sudah tidak ada jalan lain lagi. ”Kamu hanya manusia tidak berguna, Sean. Jadi, tidak usah berpura-pura denganku." ucap Khair. “Benar, Sean. Kamu hanyalah satpam. Sedangkan Pak Khair adalah manajer yang kaya dan memiliki hak. Apakah kamu berhak untuk mencari masalah dengan Pak Khair? Sean dengarlah nasehatku, segeralah minta maaf kepada Pak Khair. Kalau tidak, kamu mungkin saja tidak akan mendapatkan pekerjaan di Kota Bandung.” Nasihat dari Bima lebih tepatnya sebuah ancaman. Sean berkata, “Hanya manajer kecil begitu berani juga untuk mengalahkanku? Bima, kamu sedang bercanda denganku?” Raut wajah Bima berubah pelan, tak sangka kalau Sean itu begitu tak tahu malu. Dia mendengus dan tidak mengerti apa yang dia katakan. Khair tertawa sombong dan berkata, “Hahaha… meskipun aku adalah manajer yang kecil, tapi ucapanku bisa memecatmu dari perusahaan dengan mudah. Apalagi bisa membuatmu tidak mendapat gaji dan uang jaminan.” “Sean, aku jujur kepadamu bahwa memecatmu itu adalah maksudku. Aku sungguh tidak mengerti, kamu memiliki apa untuk bertarung denganku? Kalau kamu begitu hebat, kamu ambil dulu gaji sebelum kamu pergi, ataupun minta Pak Chandra untuk menarik keputusan memecatmu.” “Khair, kamu sangatlah sombong.” Tiba-tiba, terdengar suara yang cukup berkuasa. Semua orang berbalik kepala dan memandang ke arah sana, lalu bertemu dengan Pak Chandra yang berasal dari elevator. Melihat raut wajah Pak Chandra yang begitu buruk, Khair mereka seketika muncul firasat buruk. “Apakah Pak Chandra mau pergi?” ucap Khair sambil tersenyum malu. Chandra melihat Khair penuh kekesalan sambil berkata, “Aku tanya kepadamu, Sean bekerja dengan baik di kantor, mengapa kamu harus memecatnya? Kamu juga berada di divisi pemasaran, apakah berhak memecat orang divisi keamanan? Siapa yang memberi hak itu kepadamu?” “Kamu sembarangan memecat karyawan baik di perusahaan. Khair, kamu akan kupecat, kalau tidak segera meminta maaf kepada Sean dan dimaafkan olehnya!” ucap Chandra kesal.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN